Bimbingan Teknis (Bimtek) Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) hari kedua berhasil dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan pengulasan tugas kelompok dari hari sebelumnya. Didampingi oleh narasumber, Agus Soeharjono, S.S., M.M., Kelompok Srikandi yang beranggotakan lima peserta mempresentasikan ide kreatif program BIPA pranikah. Gagasan tersebut lahir dari tingginya jumlah warga negara asing (WNA) yang memiliki pasangan warga negara Indonesia (WNI) dan membutuhkan penguasaan bahasa Indonesia untuk mendukung kehidupan berkeluarga di Indonesia.
Selanjutnya, Dr. Ari Kusmiatun, M.Hum., menyampaikan materi persiapan diplomasi ke-BIPA-an. Sesi dimulai dengan permainan dan kuis digital untuk mencairkan suasana, kemudian dilanjutkan dengan penugasan kelompok membuat media pembelajaran BIPA bertema nilai Bineka Tunggal Ika dalam masyarakat Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi UKBI yang dipandu oleh Mulyanto, S.S., M.Hum. Pada sesi ini, peserta mengerjakan simulasi selama kurang lebih dua jam guna memahami alur dan sistem penilaian dalam tes tersebut.
Sesi terakhir diisi oleh Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., dengan materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pengajar BIPA. Kegiatan meliputi menyanyi berkelompok, diskusi mengenai bahaya tersembunyi di kelas BIPA, serta pemaparan dan praktik prinsip manajerial BIPA. Melalui rangkaian materi yang memadukan aspek pedagogis, diplomasi, kewirausahaan, dan K3, bimtek ini diharapkan dapat mempercepat perolehan sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI bagi para pengajar BIPA di DIY.