Siaga Bahasa: 08112654302 Email: balaibahasadiy@kemdikdasmen.go.id

Informasi

Berita

Jalan Juang Ryan dan Rahma pada Ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2024

Perjuangan bukan hanya tentang meraih kemenangan, melainkan juga tentang tanggung jawab yang melekat di setiap langkah. Gelar juara yang tersemat pada nama Ryan Priatama dan Risqa Rahma Rasendria bukan sekadar pencapaian pribadi. Di balik itu, ada tanggung jawab besar yang harus kami emban ke depan. Dengan mewakili Yogyakarta di ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional, kami tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjalankan amanah mulia untuk melestarikan bahasa dan budaya bangsa.

Di balik meriahnya panggung Pemilihan Duta Bahasa Nasional, terdapat perjalanan yang panjang dan penuh dedikasi. Kami, pemuda-pemudi yang berkesempatan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta, merasa bersyukur dapat meraih peringkat ketiga dalam ajang ini. Kemenangan ini bukan hanya milik kami, melainkan juga milik seluruh masyarakat yang kami wakili yang telah memberikan dukungan dan harapan. Perjuangan kami dimulai jauh sebelum panggung nasional menyambut. Di dalam setiap langkah, kami menyadari bahwa tanggung jawab ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk semua yang percaya kepada kami. Persiapan intensif dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari mentor, Ikadubas DIY, pegawai Balai Bahasa Provinsi DIY, hingga pihak terkait lainnya, semua berkontribusi dalam setiap aspek yang kami siapkan.

Gambar 1 Implementasi Krida Kebahasaaan Ksatria

Kami memulai perjalanan dengan menyusun krida kebahasaan yang berfokus pada alih wahana naskah kuno yang pada akhirnya kami beri nama Ksatria (Komik Sastra Anak dari Naskah Kuno Yogyakarta). Proses ini bukanlah hal yang mudah karena kami harus meresapi makna mendalam dari naskah-naskah bersejarah yang kami pilih. Setiap kata dan kalimat memiliki sejarah yang harus kami hargai. Kami melakukan penelitian mendalam, membaca karya-karya para ahli, dan berdiskusi tentang cara terbaik untuk menghidupkan kembali cerita-cerita itu. Dalam setiap sesi, kami merenungkan bagaimana naskah-naskah tersebut dapat disajikan dengan cara yang menarik dan relevan bagi generasi saat ini. Segala proses itu kami kerjakan dengan penuh  dedikasi dan semangat.

Kami tidak dapat mengabaikan pentingnya mengasah kemampuan berkomunikasi. Kami menjalani latihan rutin agar gagasan yang kami susun dapat tersampaikan dengan baik. Setiap latihan menjadi kesempatan berharga untuk belajar dari kesalahan dan meningkatkan kemampuan kami. Kami mengundang teman-teman dan beberapa ahli, termasuk tim dari Balai Bahasa Provinsi DIY untuk memberikan masukan yang berharga, baik mengenai penampilan maupun substansi. Tidak jarang, kami harus menghadapi rasa gugup dan cemas, tetapi kami memberikan semangat satu sama lain untuk melewati setiap rintangan.

Dalam perjalanan ini kami juga menghadapi tantangan mental dan emosional. Ada saat-saat ketika keraguan menghampiri, yaitu ketika kami merasa tidak cukup baik atau tidak siap menghadapi kompetisi yang sangat ketat. Akan tetapi, dukungan dari orang-orang terkasih, baik keluarga maupun teman, menjadi sumber kekuatan yang tak ternilai. Kami saling mengingatkan bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk kepentingan kami, melainkan juga untuk pelestarian bahasa dan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas kami.

Gambar 2 Penampilan Bakat dan Seni Budaya

Penilaian bakat dan seni menjadi salah satu aspek yang juga kami persiapkan dengan sungguh-sungguh. Kami sadar bahwa ini adalah kesempatan untuk mempersembahkan keistimewaan Yogyakarta. Latihan intensif kami fokuskan pada keselarasan antara gerakan tari, monolog, dan macapat. Untuk itu, kami memastikan bahwa setiap bait kami hayati agar menyentuh hati penonton. Kami membuka diri terhadap saran dari pelatih. Selain itu, kami merekam latihan dan menjaga kesehatan fisik serta mental menjelang penampilan.

Kami mempersiapkan pula kemampuan bahasa asing, penulisan artikel kebahasaan, dan pembuatan konten kreatif. Kami melatih kemampuan berbahasa Inggris untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan dalam bahasa tersebut. Artikel kebahasaan yang kami susun, yaitu tentang peran generasi muda dalam pengajaran BIPA, didukung riset mendalam untuk mengekspresikan kecintaan kami terhadap bahasa. Di sisi lain, kami menciptakan konten kreatif di Instagram dengan gaya yang menarik dan sentuhan komedi. Tema sopan santun berbahasa atau unggah-ungguh dalam budaya Jawa kami angkat untuk menarik perhatian generasi muda. Melalui semua itu, kami ingin menekankan bahwa pelestarian bahasa dan sastra adalah tanggung jawab bersama.

Tiba saatnya kami memulai ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional. Hal yang membuat kami bersyukur dan bahagia adalah pertemuan kami dengan pemuda-pemudi dari berbagai provinsi di Indonesia. Di sana kami disadarkan bahwa perjuangan ini bukanlah perjalanan yang kami tempuh sendirian. Kami berinteraksi dengan mereka yang memiliki visi yang sama, yaitu menggaungkan bahasa Indonesia di kancah nasional dan internasional serta menjaga kekayaan budaya daerah masing-masing.

Setiap pertemuan dengan teman-teman dari berbagai penjuru Nusantara menjadi momen yang hangat dan berharga. Kami bertukar pikiran, bercanda tawa, berbagi ide, dan berdiskusi tentang hal-hal inovatif untuk memajukan bahasa dan budaya. Meskipun kami berada dalam suasana kompetisi, ada rasa persaudaraan yang kuat karena kami tahu bahwa tujuan kami serupa, yaitu mendedikasikan diri dalam pelestarian bahasa dan budaya bangsa.

Gambar 3 Malam Penganugerahan Duta Bahasa Nasional 2024

Tak jarang, kami berbagi cerita tentang krida kebahasaan yang telah kami rancang, yaitu memperkenalkan konsep Ksatria yang menghidupkan naskah kuno dalam bentuk komik. Teman-teman dari provinsi lain juga berbagi krida kebahasaan mereka yang semuanya menginspirasi dan memperkaya pemahaman kami. Dari Sumatra hingga Papua, semua ide yang mereka usung mencerminkan betapa luas dan beragamnya kekayaan budaya Indonesia. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi kesempatan untuk saling belajar. Kami belajar memahami perbedaan, merayakan keunikan, dan bersama-sama berkomitmen untuk menggaungkan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Di tengah dinamika yang terjadi, kami tidak hanya tumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai komunitas yang satu dalam tujuan. Kami menyadari bahwa yang kami perjuangkan bukanlah semata-mata kemenangan, melainkan juga keberlanjutan bahasa dan budaya yang mengakar dalam jati diri bangsa.

Risqa Rahma R. dan Ryan Priatama

  • CIOBET88 4D SLOT

    SLOT GACOR HARI INI CIOBET88

    LIVE SCORE BOLA CIOBET88