Siaga Bahasa: 08112654302 Email: balaibahasadiy@kemdikdasmen.go.id

Informasi

Berita

Studi Banding Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan ke Balai Bahasa Provinsi DIY

Yogyakarta, 17 Mei 2024—Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (Unisda) melaksanakan studi banding ke Balai Bahasa Provinsi DIY pada Jumat, 17 Mei 2024. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 60 mahasiswa dari program Rekonstruksi Pembelajaran Lama Unisda. Mereka didampingi oleh Dr. Sutardi, S.S. (Direktur Sekolah Pascasarjana), Dr. Sariban, M.Pd. (Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), serta Dr. Dra. Ida Sukowati, M.Hum. Dalam acara tersebut, Linda Candra Ariyani, M.M. selaku Kepala Subbagian Tata Usaha di Balai Bahasa Provinsi DIY memberikan sambutan dan menjelaskan tujuh kelompok kepakaran dan layanan profesional (KKLP) yang ada di Balai Bahasa Provinsi DIY. Setelah itu, beliau mewakili Balai Bahasa Provinsi DIY menyerahkan beberapa cendera mata, termasuk kamus, kepada Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan.

Dr. Sutardi, S.S. menyampaikan bahwa kunjungan yang mereka lakukan bertujuan untuk mengetahui secara lebih mendalam program-program di Balai Bahasa Provinsi DIY. Sekitar 60% mahasiswa adalah guru, dosen, peneliti, dan tenaga ahli di Kemendikbudristek yang membutuhkan arahan dari Balai Bahasa Provinsi DIY. Pihak universitas berharap agar MoU terkait dengan kerja sama di bidang penelitian, pengajaran, dan kepakaran dengan Balai Bahasa Provinsi DIY dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Dr. Sariban, M.Pd. berharap bahwa kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa pascasarjana dalam melakukan penelitian linguistik deskriptif dan sejenisnya serta memperkuat jejaring keilmuan. Menurutnya, informasi tentang program pelindungan dan pemodernan bahasa dan sastra di Balai Bahasa Provinsi DIY sangat penting bagi Unisda sehingga dapat mengimplementasikannya untuk melindungi bahasa-bahasa daerah di Lamongan yang membutuhkan pelindungan sebagai bagian dari bahasa nasional.

Ratun Untoro, M.Hum., Ketua KKLP Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra, menjelaskan bahwa Balai Bahasa Provinsi DIY melakukan revitalisasi bahasa daerah. Meski belum memiliki alat ukur yang lengkap, mereka sedang mengembangkan alat uji kompetensi pewarisan bahasa, seperti macapat. Di sisi lain, KKLP UKBI sudah memiliki alat ukur tersebut.

Selain itu, Ratun Untoro menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi DIY bekerja sama dengan sekolah dan komunitas dalam meningkatkan literasi anak. Mereka melakukan survei untuk mengetahui bahan bacaan yang diinginkan siswa, seperti dongeng yang lebih modern. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi DIY telah menerbitkan 20 cerita yang mengangkat latar khas Yogyakarta dengan tetap mempertahankan unsur kedaerahan.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa, Lilin, menanyakan upaya Balai Bahasa dalam menghadapi siswa yang jarang membaca cerita kritis atau mendidik. Balai Bahasa menyatakan bahwa tantangan itu dihadapi dengan mengikuti perkembangan teknologi dan harapan siswa serta menciptakan bahan bacaan yang mampu memberikan sudut pandang positif meski materinya negatif.

Selain itu, mahasiswa lainnya, Sahda, menanyakan akses untuk mengembangkan kompetensi guru di Kemendikbudristek dan kendala mendapatkan modul atau bahan ajar bahasa Jawa. Balai Bahasa Provinsi DIY menjelaskan bahwa mereka mendukung pengembangan kompetensi guru Bahasa Jawa di DIY dengan melakukan TOT bagi 250 guru Bahasa Jawa dan mengembangkan pedoman kurikulum bahasa Jawa yang diharapkan terbit pada tahun ini.

Kegiatan studi banding tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan dan Balai Bahasa Provinsi DIY serta memberikan manfaat yang signifikan bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan pelindungan bahasa daerah. (VAL)

  • CIOBET88 4D SLOT

    SLOT GACOR HARI INI CIOBET88

    LIVE SCORE BOLA CIOBET88