Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan Asosiasi Tradisi Lisan DIY menggelar Lokakarya Ejawantahkan Tradisi Jawa dalam Karya Sastra pada rangkaian Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan.
Lokakarya tersebut diikuti oleh 35 siswa SMA dan SMK perwakilan dari Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi sebagai narasumber, yakni Dr. Daru Winarti, M.Hum. (Universitas Gadjah Mada) dan Dr. Avi Meilawati, M.A. (Universitas Negeri Yogyakarta).
FSY 2026 mengusung tema “LAKU” sebagai kesinambungan dari tema “Mulih” (2022), “Sila” (2023), “Siyaga” (2024), dan “Rampak” (2025). Tema tersebut merefleksikan ikhtiar untuk merawat ekosistem kesusastraan agar karya terus hidup dan diapresiasi sekaligus memperkuat bahasa, sastra, dan aksara sebagai fondasi identitas budaya.
Penyelenggaraan lokakarya penulisan fiksimini dalam rangkaian FSY 2026 menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara Balai Bahasa Provinsi DIY dan masyarakat, sekaligus sebagai wujud dukungan terhadap gerakan kesastraan di DIY.
Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY, Drs. Umar Solikhan, M.Hum., saat membuka kegiatan menyampaikan harapan agar lokakarya tersebut dapat memupuk kreativitas siswa dalam berkarya, salah satunya melalui fiksimini.
Diskusi yang dimoderatori oleh Samantha Aditya Putri, M.A. (Sekretaris Asosiasi Tradisi Lisan DIY) berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak materi tentang teknik merangkai cerita pendek yang padat. Mereka kemudian aktif mempraktikkan penulisan fiksimini serta mendiskusikan karya secara langsung bersama para pakar.