Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Lomba Maos Aksara Jawa untuk jenjang SD dan SMP pada 19–20 Agustus 2026 di Balai Bahasa Provinsi DIY. Lomba ini diikuti oleh 50 peserta jenjang SD/sederajat dan 50 peserta jenjang SMP/sederajat dari berbagai sekolah negeri dan swasta se-DIY. Para peserta berasal dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, termasuk sejumlah madrasah ibtidaiyah dan sekolah berbasis keagamaan.
Penjurian jenjang SD dipercayakan kepada Joko Elysanto, Hayu Avang Darmawan, dan Arif Budiarto, sedangkan jenjang SMP dinilai oleh Apri Nugroho, Sinar Indra Krisnawan, S.Pd., dan Slamet Nugroho.
Lomba Maos Aksara Jawa menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap aksara dan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta. Di tengah perkembangan digitalisasi, kemampuan membaca aksara Jawa di kalangan pelajar dinilai semakin jarang dikuasai. Melalui ajang seperti ini, Balai Bahasa Provinsi DIY berharap dapat terus menghidupkan semangat pelestarian bahasa daerah sekaligus mencetak generasi penerus yang bangga terhadap warisan leluhurnya.
Antusiasme peserta dari puluhan sekolah yang tersebar di seluruh DIY menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap bahasa dan aksara daerah masih tumbuh di kalangan pelajar. Hal tersebut menjadi modal berharga untuk melestarikan kekayaan bahasa dan sastra Nusantara dari generasi ke generasi.