Suasana hangat dan penuh semangat literasi mewarnai pelaksanaan kegiatan Krida Kebahasaan di SLB A YAKETUNIS. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini didampingi oleh Ibu Nuryati. Melalui media komik, para siswa diajak mengenal kearifan lokal dengan cara yang inklusif, menarik, dan menyenangkan.
Pada kegiatan kali ini, para siswa mempelajari tokoh Darmo dalam cerita berjudul Darmo dan Mantra Ketulusan. Kisah tersebut diadaptasi dari naskah kuno Yogyakarta berjudul Sastro Ageng Darmo yang ditulis oleh seorang pujangga pada tahun 1822. Naskah aslinya dikenal dengan judul Beton Papat Gosong Kabeh. Melalui kisah Darmo, para siswa belajar mengenai nilai-nilai kesabaran, ketulusan hati, dan kepatuhan kepada guru.
Kegiatan yang dipandu oleh Kak Gayuh, Kak Krisna, Kak Nana, Kak Lulu, dan Kak Rifki ini dikemas secara interaktif melalui berbagai aktivitas, antara lain sebagai berikut.
1. Mengasah kemampuan berbahasa melalui kuis kosakata bahasa Jawa krama inggil, seperti dhawuh , sekawan, dan mersani.
2. Menanamkan etika berbahasa melalui lagu tentang unggah-ungguh sebagai pengingat untuk membiasakan penggunaan ungkapan sugeng enjang, matur nuwun, amit, dan nyuwun pangapunten dalam kehidupan sehari-hari.
3. Meneladani nilai-nilai luhur melalui pembelajaran karakter Darmo yang tulus, sabar, dan patuh kepada guru meskipun menghadapi berbagai tantangan dari lingkungan sekitarnya.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah penampilan Artur, salah seorang peserta, yang mampu menghitung hari lahir berdasarkan tanggal dan tahun dengan sangat cepat. Kemampuan tersebut mengundang decak kagum para peserta dan pendamping kegiatan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Balai Bahasa Provinsi DIY dalam melestarikan bahasa Jawa sekaligus menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada generasi muda, termasuk peserta didik di sekolah luar biasa. Melalui kegiatan yang inklusif seperti ini, diharapkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah terus tumbuh di kalangan anak-anak tanpa terkecuali.